Friday, June 17, 2022

 Pemetaan aset sekolah  

Kajian kekuatan diri sekolah :

Apa yang kami kuasai?

Kami adalah sekolah yang berada di tengah – tengah kota yaitu kabupaten Bondowoso. Sumber Daya Manusia / SDM di sekolah kami sangat heterogen. Murid – murid kami mayoritas adalah laki – laki. Murid perempuan hanya mencakup prosentase kecil saja. Murid – murid kami mayoritas berasal dari daerah kecamatan atau bisa kami katakan bahwa murid – murid kami berasal dari desa atau daerah pinggiran kabupaten Bondowoso. Sekolah kami meyakini bahwa kami bisa memberdayakan keragaman potensi murid – murid kami. Di tengah keterbatasan ekonomi atau strata sosial, kami yakin bahwa kekuatan, kelebihan, dan potensi murid mampu berkontribusi untuk peningkatan dan geliat kehidupan masyarakat Bondowoso.

Apa yang paling kami banggakan dari sekolah ini? Dari murid-murid kami?

Kami bangga sekolah kami memiliki guru dan tenaga kependidikan / Sumber Daya manusia / SDM yang heterogen. Daya pikir dan keragaman potensi masing – masing individu, dapat kami kombinasikan untuk membawa nama sekolah kami menggema di masyarakat. Kami bangga sekolah kami bisa memberikan bekal pendidikan karakter kuat yang mampu menembus batas antara sekolah dan masyarakat. Pada murid – murid kami, kami juga bangga dan yakin bahwa murid – murid kami kelak menjadi warga negara yang menjadi penerus kehidupan bangsa dan negara demi mencapai keselamatan dunia dan akhirat. Kami yakin bahwa murid – murid kami kelak akan membaktikan hidupnya dalam masyarakat yang majemuk.

Apa yang membuat kami unik?

Hal yang membuat sekolah kami unik yaitu solidaritas di antara kami. Rasa menghargai akan  kebebasan berpendapat dan berekspresi dalam koridor norma, aturan kehidupan masyarakat, etika, serta nilai – nilai pelestarian budaya dan tradisi leluhur membuat sekolah kami hidup dengan dinamis. Kami berani berbeda dalam mendongkrak daya berpikir kritis, daya kreativitas, serta daya inovasi SDM dan murid – murid kami.

Kekuatan apa yang kami miliki dan berharga untuk masyarakat/komunitas sekitar?

Kami kuat dalam hal menjalin komunikasi antar alumni sehingga masyarakat meletakkan kepercayaan yang besar untuk menitipkan pendidikan anak – anaknya di sekolah kami. Kami memiliki potensi untuk kami berdayakan dalam kehidupan masyarakat. Kami mendidik karakter murid, serta soft skill dan hard skill murid demi mengajari murid untuk hidup mandiri kelak di masyarakat. Sekolah kami adaptif terhadap kedinamisan masyarakat. Sekolah kami terus belajar memperbaiki diri demi meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada sekolah kami. Sekolah kami pun terus belajar untuk memberdayakan setiap individu ( murid, guru, tenaga kependidikan ) sehingga regenerasi di sekolah kami secara cepat berputar dari masa ke masa. Kami terbuka atas saran dan kritik yang positif demi kemajuan sekolah.  

Apa yang telah sekolah lakukan dan miliki yang lebih baik dari orang lain?

Sekolah kami telah berupaya memberikan proses layanan pendidikan karakter kepada murid – murid. Sekolah kami terus berusaha menjadikan murid bernilai dan memiliki kekayaan ilmu, rasa empati, keyakinan diri untuk mampu hidup mandiri dalam masyarakat, serta taat kepada agama, keluarga, bangsa, dan negara. Sekolah kami mentradisikan daya inovasi untuk membuktikan kontribusi kami kepada masyarakat melalui langkah – langkah kecil yang bermakna. Dengan tekad, niat yang ikhlas berdedikasi, dan menjadikan diri bermanfaat untuk masyarakat, sekolah kami terus memberikan layanan terbaik yang membuat murid – murid dan seluruh SDM di sekolah kami dinamis.

Diana Kholida Mr, SMKN 3 Bondowoso – Jawa Timur, CGP Angkatan 4 

Tulisan ini dibuat bersumber pada Paket Modul 3 dalam Program Pendidikan Guru Penggerak , Guru Bergerak , Indonesia Maju

Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah : Modul 3.2 “ Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya ” . Penulis Modul : Dr. Siti Suharsih, S.S, M.Pd dan Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T

Modal manusia ( 1 ) : identifikasi pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki semua unsur dalam komunitas.

Kecakapan memimpin sekelompok orang : contohnya Raider 514

Rencana dan Strategi : bekerja sama dan berkolaborasi dalam latihan kepemimpinan pada murid

Kecakapan seseorang berkomunikasi dengan berbagai kelompok : contohnya bagian protokoler Pemda

Rencana dan Strategi : bekerja sama dan berkolaborasi dalam latihan public speaking / Master of Ceremony / MC

Kecakapan yang berhubungan dengan kewirausahaan : contohnya alumni / wirausahawan

Rencana dan Strategi : bekerja sama dan berkolaborasi dalam latihan berwirausaha mandiri dan pendampingan wirausaha murid

Kecakapan yang berhubungan dengan seni dan budaya : contohnya alumni / ahli hadrah / komunitas musik patrol / komunitas ahli marching band / komunitas musik daerah

Rencana dan Strategi : bekerja sama dan berkolaborasi dalam latihan ekstrakurikuler hadrah ; melibatkan murid unjuk kerja dalam pentas lagu daerah / lagu kebangsaan pada saat upacara bendera hari senin

Modal sosial ( 2 ) : Investasi berupa norma dan aturan yang berdampak pada bagaimana manusia, kelompok, dan organisasi dalam komunitas berdampingan.

Asosiasi : contohnya asosiasi pecinta lingkungan. Asosiasi musisi lokal / daerah.

Rencana dan Strategi : bekerja sama dan berkolaborasi dalam latihan mengolah sampah organik / urban agriculture ; bekerja sama dan berkolaborasi dalam ekstrakurikuler musik mempersiapkan event upacara bendera yang inovatif.

Modal fisik ( 3 ) : Bangunan yang bisa digunakan untuk melakukan proses pembelajaran, laboratorium, pertemuan, atau pelatihan. Bisa juga berupa infrastruktur atau sarana prasarana.

Bangunan di sekitar lingkungan sekolah : contohnya ATM

Rencana dan Strategi : Bank terkait ATM diajak bekerja sama dan berkolaborasi dalam pengamatan perilaku nasabah dalam ATM ( yang membuang bukti transaksi di tempat sampah dalam ATM )  sebagai pembelajaran terkait literasi keuangan.

Modal lingkungan / alam ( 4 ) : potensi yang belum diolah dan memiliki nilai ekonomi dalam upaya pelestarian alam dan kenyamanan hidup.

Lahan kosong di dalam lingkungan sekolah ; serta dinding pagar pembatas sekolah dengan lingkungan luar sekolah / masyarakat sekitar

Rencana dan Strategi : murid dan guru bekerja sama dan berkolaborasi dalam berkebun ; membuat mural / gambar edukatif

Modal Finansial ( 5 ) : berupa tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan pendapatan pajak, hibah, gaji, serta pendapatan internal dan eksternal, pengetahuan bagaimana menghasilkan pendapatan, bagaimana menjalankan usaha kecil, bagaimana cara memperbaiki penjualan menjadi lebih baik, dan juga bagaimana melakukan pembukuan.

Kegiatan survey minat wirausaha pada murid kelas 10

Rencana dan Strategi : Penelusuran minat dan pendampingan wirausaha mandiri, promosi usaha kecil di komunitas sekolah saya, pemberdayaan murid dalam ekspo sekolah

Modal politik ( 6 ) : ukuran keterlibatan sosial. Semua lapisan atau kelompok memiliki peluang / kesempatan / suara dalam masalah umum yang terjadi. Modal ini bisa berupa lembaga pemerintah atau perwakilannya yang memiliki hubungan dengan murid – murid yang sekaligus sebagai warga masyarakat daerah.

Lembaga pemda ( badan statistik ) ; Puskesmas ; Pasar Tradisional / Pasar Hewan ; Dinas Kependudukan dan catatan sipil ; Kantor Urusan Agama ; Komisi Pemilihan Umum ; Dinas Pemuda dan Pariwisata ; Dinas Pengairan ( Kabupaten / Provinsi ) ; Perpustakaan Daerah ; Satlantas ; Lembaga Pemasyarakatan ; Dinas Koperasi dan Pemberdayaan UKM serta Badan Usaha Milik Desa ; Kantor Desa ; Kantor Kelurahan ; Kantor Kecamatan   

Rencana dan Strategi : sumber belajar murid terkait aktivitas dan peran lembaga pemerintah. Murid diajak belajar bagaimana data lapangan pekerjaan yang ada di daerah dapat memakmurkan daerahnya sendiri. Kegiatan ini seolah murid diajari oleh guru untuk memutuskan langkah – langkahnya demi masa depan murid kelak. Proses pembelajaran pun juga dapat diperkaya dengan mengenalkan konteks kehidupan masyarakat untuk mengaitkan konsep – konsep mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Dengan modal politik, guru, murid, atau pun orang tua bersama – sama belajar berkehidupan masyarakat. Sekolah menjadi jembatan bagi murid untuk mempelajari dan mengenali segala sendi kehidupan dalam masyarakat. Sekolah dengan pemerintah daerah menjalin komunikasi tentang pendidikan menjadi warga negara yang taat hukum. Sekolah menjalin komunikasi dengan masyarakat untuk meningkatkan daya kepercayaan sekolah terhadap masyarakat, sehingga warga masyarakat antusias untuk menyekolahkan anak – anaknya di sekolah tersebut. Modal Politik juga memperluas literasi bagi murid, mulai dari literasi membaca peluang ( Badan Statistik ) ; literasi hidup sehat ( Puskesmas ); Literasi ekonomi tentang transaksi ( Pasar Tradisional / Pasar Hewan ); Literasi administrasi pencatatan identitas menjadi warga negara tentang tata cara membuat KTP, akta lahir, akta kematian, kartu keluarga ( Dinas Kependudukan dan catatan sipil ) ; Literasi Berkeluarga ( Kantor Urusan Agama ) ; Literasi bersuara menentukan pilihan pemimpin dan wakil rakyat ( Komisi Pemilihan Umum ) ; Literasi sehat bersosial antar pemuda dan pemberdayaan pemuda ( Dinas Pemuda dan Pariwisata ) ; Literasi pelestarian sungai dan air ( Dinas Pengairan Kabupaten atau Provinsi ) ; Literasi Bahasa dan Budaya Lokal ( Perpustakaan Daerah ) ; Literasi taat berlalu lintas ( Satlantas ) ; Literasi pemberdayaan dan pendidikan dalam Lembaga Lemasyarakatan ( Lembaga Pemasyarakatan ) ; Literasi pemberdayaan aset dan potensi daerah ( Dinas Koperasi dan Pemberdayaan UKM serta Badan Usaha Milik Desa ; Kantor Desa ; Kantor Kelurahan ; Kantor Kecamatan )

Modal agama dan budaya ( 7 ) : agama adalah suatu sistem berperilaku yang mendasar. Fungsi agama adalah mengintegrasikan perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang meliputi kepercayaan, perilaku, atau amalan. Budaya adalah ide, gagasan, norma, perlakuan, serta benda yang merupakan hasil karya manusia yang hidup berkembang dalam suatu ruang geografis.

Tokoh agama lintas agama

Rencana dan Strategi : diskusi secara periodik hidup bertoleransi dalam komunitas sekolah saya

Batik motif daun singkong khas Kabupaten Bondowoso – jawa Timur

Rencana dan Strategi : menggunakan kain batik khas Bondowoso sebagai dekorasi pada upacara bendera hari senin.


Thursday, June 16, 2022

 Bijak dalam Dilema Etika pada Konteks Lokal Sekolah Saya


Peristiwa / Fact : deskripsi singkat untuk aksi nyata yang sudah dilakukan

Latar belakang tentang situasi yang dihadapi

Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar - samar. Tujuan pendidikan adalah menuntun (memfasilitasi / membantu) anak untuk menebalkan garis samar - samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya (KHD, 1936. Dasar - dasar Pendidikan). Guru dan murid berkolaborasi untuk menginisiasi / menciptakan kedalaman (rasa takjub dan kasmaran) spiritual, intelektual, dan sosial untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia (Pengembang modul 1.1).

Sekolah sebagai tempat yang nyaman bagi murid, berusaha memberikan keamanan secara fisik / psikis. Salah satu sikap ramah guru kepada murid yaitu alternatif ramah anak terkait konsekuensi atas tindakan murid yang menyimpang dari nilai “ disiplin ” / murid terlambat.


Keterangan : Pendampingan Kepala Sekolah dalam lokakarya ketiga

Keterangan : Bapak Kepala Sekolah mendampingi calon guru penggerak dalam lokakarya ketiga / visi misi sekolah yang berpihak kepada murid

Keterangan : Bapak Kepala Sekolah bersama calon guru penggerak dalam lokakarya ketiga menyusun kerangka keberpihakan sekolah kepada murid sebagai hasil tindak lanjut wawancara calon guru penggerak kepada sampel guru, wali murid, serta murid


Alasan mengapa melakukan aksi nyata tersebut :

Saat mengidentifikasi hasil wawancara saya kepada sampel wali murid sebelum lokakarya ketiga pada Februari 2022, saya menghadapi dilema etika pada satu kasus. Data yang mengejutkan saya adalah :

Pada sisi murid : murid hormat karena murid berusaha patuh untuk melakukan konsekuensi atas tindakan murid yang salah / murid terlambat

Pada sisi guru : guru bertoleransi kepada guru lain terkait hak jam pelajaran murid yang terlambat.

Dua nilai yang sama - sama benar dari sisi murid dan sisi guru ini, dalam pelaksanaannya menimbulkan efek yang kurang baik pada murid. Murid terpaksa memilih cara cepat walaupun dia sadar akan mengalami resiko. Murid seolah dalam waktu yang singkat pada bel masuk jam pertama belum bisa memilih alternatif damai.


Keterangan : Draft bahan musyawarah “ Alternatif Ramah Anak ”




Keterangan : Penyerahan Draft bahan musyawarah “ Alternatif Ramah Anak ” Kepada Kepala Sekolah


Keterangan : Penyerahan Draft bahan musyawarah “ Alternatif Ramah Anak ” kepada Waka Kesiswaan, Koordinator guru BK, dan Guru BK


Hasil aksi nyata yang telah dilakukan :

Musyawarah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 6 Juni 2022 pukul 13.20 wib.

Guru BK : Guru BK mengharap semua elemen berjalan dalam menangani murid terlambat.

Waka Kesiswaan : Penanganan murid terlambat sudah mengalami revisi / humanis mulai dari kepala sekolah yang pertama sampai kepala sekolah yang terkini.

CGP : Dua kondisi yang masing – masing benar pada pihak murid dan pihak guru masih membutuhkan kajian ulang untuk memutuskan alternatif yang ramah anak.

Kepala Sekolah memutuskan : penanganan berbeda – beda pada murid yang terlambat, karena masing – masing murid tidak sama. Pola konsekuensi yang mengandung unsur edukatif dan kehati – hatian dalam menangani murid terlambat agar lebih ditekankan demi mempengaruhi psikologis murid untuk menghindari terlambat kembali.



Keterangan : Musyawarah “ Alternatif Ramah Anak ” dihadiri  Kepala Sekolah, CGP, Waka Kesiswaan, dan Guru BK


Perasaan / Feelings : perasaan ketika atau setelah menjalankan aksi nyata

Setelah melaksanakan musyawarah yang terbilang cukup menguras tenaga untuk mempersiapkannya, saya merasa lega dan bahagia. Berbagai tantangan kesulitan, terutama menyambungkan masing – masing persepsi yang berbeda – beda dari berbagai pihak penting di sekolah dapat saya laksanakan dengan penuh kesabaran dan optimis tercipta sedikit perubahan. Perubahan yang saya harapkan demi menempatkan murid pada posisi yang mulia di sekolah. Kajian dan analisis secara seksama pada kasus dilema etika mengajarkan kita untuk lebih tajam merasakan apa yang dirasakan, dipikirkan, serta dialami murid. Dari satu kasus dilema etika ini, seolah kita belajar menjadi orang yang bijaksana menciptakan keputusan yang bertanggung jawab serta keputusan yang memanusiakan hubungan antara murid dengan seluruh elemen dalam sekolah.

Pembelajaran / Findings : pembelajaran yang didapat dari keseluruhan aksi (baik dari kegagalan maupun keberhasilan)

Pada saat saya gagal membangun komunikasi di tahap awal yakni dikarenakan satu redaksi / satu tulisan saya pada berkas draft musyawarah alternatif ramah anak, yang menyinggung perasaan Waka Kesiswaan serta Guru BK, saya memperoleh pelajaran bahwa dalam membangun komunikasi sebisa mungkin kita menggunakan bahasa tulisan dan bahasa lisan yang menjaga perasaan orang lain sehingga tidak mengalami hambatan di koordinasi tahap selanjutnya. Sedangkan pada saat saya berhasil mempertemukan secara tatap muka dan menyambungkan berbagai persepsi dari berbagai pihak, saya memperoleh pelajaran bahwa untuk menciptakan suatu keputusan secara etis dibutuhkan kemampuan mengendalikan diri dan empati sehingga musyawarah dilakukan secara mindfull untuk menciptakan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan ke depan / Future : rencana perbaikan untuk pelaksanaan mendatang

Ke depan saya akan mencoba berkomunikasi secara arif. Saya akan mengembangkan diri untuk memperdalam keterampilan sosial khususnya berkomunikasi dengan bahasa dan redaksi kata yang menghormati orang lain. Hal ini akan saya lakukan dengan mencoba mencari padanan kata, frase, serta kata ungkapan pada komunikasi lisan, komunikasi tulisan, serta komunikasi non verbal yang menjunjung toleransi. Berikutnya saya juga akan belajar membaca kondisi sekitar agar saya mengetahui bagaimana memilih waktu yang tepat untuk memulai komunikasi atau menghentikan komunikasi bahkan memulai aksi nyata serta merefleksikan berbagai tindakan aksi nyata. Semua ini demi bersikap bijaksana dalam setiap langkah penting menghasilkan keputusan secara etis dan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Diana Kholida Mr – CGP Angkatan 4 – SMKN 3 Bondowoso – Jawa Timur