Thursday, June 16, 2022

 Bijak dalam Dilema Etika pada Konteks Lokal Sekolah Saya


Peristiwa / Fact : deskripsi singkat untuk aksi nyata yang sudah dilakukan

Latar belakang tentang situasi yang dihadapi

Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar - samar. Tujuan pendidikan adalah menuntun (memfasilitasi / membantu) anak untuk menebalkan garis samar - samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya (KHD, 1936. Dasar - dasar Pendidikan). Guru dan murid berkolaborasi untuk menginisiasi / menciptakan kedalaman (rasa takjub dan kasmaran) spiritual, intelektual, dan sosial untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia (Pengembang modul 1.1).

Sekolah sebagai tempat yang nyaman bagi murid, berusaha memberikan keamanan secara fisik / psikis. Salah satu sikap ramah guru kepada murid yaitu alternatif ramah anak terkait konsekuensi atas tindakan murid yang menyimpang dari nilai “ disiplin ” / murid terlambat.


Keterangan : Pendampingan Kepala Sekolah dalam lokakarya ketiga

Keterangan : Bapak Kepala Sekolah mendampingi calon guru penggerak dalam lokakarya ketiga / visi misi sekolah yang berpihak kepada murid

Keterangan : Bapak Kepala Sekolah bersama calon guru penggerak dalam lokakarya ketiga menyusun kerangka keberpihakan sekolah kepada murid sebagai hasil tindak lanjut wawancara calon guru penggerak kepada sampel guru, wali murid, serta murid


Alasan mengapa melakukan aksi nyata tersebut :

Saat mengidentifikasi hasil wawancara saya kepada sampel wali murid sebelum lokakarya ketiga pada Februari 2022, saya menghadapi dilema etika pada satu kasus. Data yang mengejutkan saya adalah :

Pada sisi murid : murid hormat karena murid berusaha patuh untuk melakukan konsekuensi atas tindakan murid yang salah / murid terlambat

Pada sisi guru : guru bertoleransi kepada guru lain terkait hak jam pelajaran murid yang terlambat.

Dua nilai yang sama - sama benar dari sisi murid dan sisi guru ini, dalam pelaksanaannya menimbulkan efek yang kurang baik pada murid. Murid terpaksa memilih cara cepat walaupun dia sadar akan mengalami resiko. Murid seolah dalam waktu yang singkat pada bel masuk jam pertama belum bisa memilih alternatif damai.


Keterangan : Draft bahan musyawarah “ Alternatif Ramah Anak ”




Keterangan : Penyerahan Draft bahan musyawarah “ Alternatif Ramah Anak ” Kepada Kepala Sekolah


Keterangan : Penyerahan Draft bahan musyawarah “ Alternatif Ramah Anak ” kepada Waka Kesiswaan, Koordinator guru BK, dan Guru BK


Hasil aksi nyata yang telah dilakukan :

Musyawarah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 6 Juni 2022 pukul 13.20 wib.

Guru BK : Guru BK mengharap semua elemen berjalan dalam menangani murid terlambat.

Waka Kesiswaan : Penanganan murid terlambat sudah mengalami revisi / humanis mulai dari kepala sekolah yang pertama sampai kepala sekolah yang terkini.

CGP : Dua kondisi yang masing – masing benar pada pihak murid dan pihak guru masih membutuhkan kajian ulang untuk memutuskan alternatif yang ramah anak.

Kepala Sekolah memutuskan : penanganan berbeda – beda pada murid yang terlambat, karena masing – masing murid tidak sama. Pola konsekuensi yang mengandung unsur edukatif dan kehati – hatian dalam menangani murid terlambat agar lebih ditekankan demi mempengaruhi psikologis murid untuk menghindari terlambat kembali.



Keterangan : Musyawarah “ Alternatif Ramah Anak ” dihadiri  Kepala Sekolah, CGP, Waka Kesiswaan, dan Guru BK


Perasaan / Feelings : perasaan ketika atau setelah menjalankan aksi nyata

Setelah melaksanakan musyawarah yang terbilang cukup menguras tenaga untuk mempersiapkannya, saya merasa lega dan bahagia. Berbagai tantangan kesulitan, terutama menyambungkan masing – masing persepsi yang berbeda – beda dari berbagai pihak penting di sekolah dapat saya laksanakan dengan penuh kesabaran dan optimis tercipta sedikit perubahan. Perubahan yang saya harapkan demi menempatkan murid pada posisi yang mulia di sekolah. Kajian dan analisis secara seksama pada kasus dilema etika mengajarkan kita untuk lebih tajam merasakan apa yang dirasakan, dipikirkan, serta dialami murid. Dari satu kasus dilema etika ini, seolah kita belajar menjadi orang yang bijaksana menciptakan keputusan yang bertanggung jawab serta keputusan yang memanusiakan hubungan antara murid dengan seluruh elemen dalam sekolah.

Pembelajaran / Findings : pembelajaran yang didapat dari keseluruhan aksi (baik dari kegagalan maupun keberhasilan)

Pada saat saya gagal membangun komunikasi di tahap awal yakni dikarenakan satu redaksi / satu tulisan saya pada berkas draft musyawarah alternatif ramah anak, yang menyinggung perasaan Waka Kesiswaan serta Guru BK, saya memperoleh pelajaran bahwa dalam membangun komunikasi sebisa mungkin kita menggunakan bahasa tulisan dan bahasa lisan yang menjaga perasaan orang lain sehingga tidak mengalami hambatan di koordinasi tahap selanjutnya. Sedangkan pada saat saya berhasil mempertemukan secara tatap muka dan menyambungkan berbagai persepsi dari berbagai pihak, saya memperoleh pelajaran bahwa untuk menciptakan suatu keputusan secara etis dibutuhkan kemampuan mengendalikan diri dan empati sehingga musyawarah dilakukan secara mindfull untuk menciptakan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan ke depan / Future : rencana perbaikan untuk pelaksanaan mendatang

Ke depan saya akan mencoba berkomunikasi secara arif. Saya akan mengembangkan diri untuk memperdalam keterampilan sosial khususnya berkomunikasi dengan bahasa dan redaksi kata yang menghormati orang lain. Hal ini akan saya lakukan dengan mencoba mencari padanan kata, frase, serta kata ungkapan pada komunikasi lisan, komunikasi tulisan, serta komunikasi non verbal yang menjunjung toleransi. Berikutnya saya juga akan belajar membaca kondisi sekitar agar saya mengetahui bagaimana memilih waktu yang tepat untuk memulai komunikasi atau menghentikan komunikasi bahkan memulai aksi nyata serta merefleksikan berbagai tindakan aksi nyata. Semua ini demi bersikap bijaksana dalam setiap langkah penting menghasilkan keputusan secara etis dan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Diana Kholida Mr – CGP Angkatan 4 – SMKN 3 Bondowoso – Jawa Timur





















No comments:

Post a Comment