Saturday, April 9, 2022

Suara Murid Berkesepakatan Kelas

Dalam modul 1.4 pendidikan guru penggerak angkatan 4, guru menyelami budaya positif di sekolah masing - masing. Budaya positif merupakan bentuk iklim baru sekolah menuju pembiasaan perilaku disiplin positif. Disiplin positif adalah pola sikap yang muncul secara intrinsik dari dalam individu. Disiplin positif muncul dari pengaruh yang kuat dan pengaruh yang muncul dari dalam individu tanpa adanya imbalan, tanpa adanya paksaan, tetapi karena semata - mata menuju pencapaian nilai - nilai kebajikan. 

Salah satu yang diterangkan dalam modul 1.4, yaitu membentuk kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas berbeda dengan peraturan kelas. Dalam kesepakatan kelas terdapat suatu nilai keyakinan yang berupa nilai - nilai kebajikan. Setelah saya mempelajari modul 1.4, saya mengetahui bahwa peraturan kelas berbeda dengan kesepakatan kelas. Dalam modul ini saya menarik perbedaan di antara keduanya. Peraturan kelas bersifat memunculkan perubahan pada murid karena pengaruh eksternal. Misalnya, ada suatu peraturan kelas yang menyatakan bahwa murid dilarang terlambat. Pernyataan murid dilarang terlambat membuat murid terpaku dan teringat pada kata terlambat. Peraturan kelas seolah belum menerangkan makna tersirat mengapa murid dilarang terlambat dan untuk apa murid datang tidak terlambat di sekolah. Pada peraturan kelas " murid dilarang terlambat ", belum menerangkan secara utuh kepada murid tentang makna sesungguhnya tujuan murid tidak terlambat. Peraturan kelas tergolong berisi pesan memaksa. Pesan dalam peraturan kelas bersifat sempit hanya untuk satu poin sikap. Menurut saya, suatu hal yang bersifat memaksa, masa kebertahanan sikap yang dibentuk belum bertahan lama. Pada kesepakatan kelas, setiap pesan di dalamnya memiliki makna berbagai poin sikap. Misal ada satu pesan dalam kesepakatan kelas berbunyi "kami adalah murid yang menghormati orang lain". Dalam satu pesan tersebut tersirat berbagai makna. Beberapa pesannya misal : murid selalu berusaha tepat waktu masuk ke kelas agar saat pelajaran dimulai, murid menciptakan suasana yang tertib; murid bertutur kata sopan kepada teman, guru, dan seluruh warga sekolah sebagai bentuk konkrit menghormati orang lain; atau murid memberikan kesempatan kepada teman untuk menyampaikan ide sebagai bentuk penghormatan murid saat diskusi. Nah, dari satu pesan saja dalam kesepakatan kelas akan menciptakan berbagai poin sikap yang dapat dimunculkan secara positif kepada murid. Satu pesan dalam kesepakatan kelas akan menjadi pedoman bagi murid untuk bersikap sesuai yang tertulis. Kesepakatan kelas mengandung tujuan untuk menanamkan nilai keyakinan kelas yang sarat nilai - nilai kebajikan. Nilai kebajikan ini bersifat memunculkan kenampakan sikap positif dari dalam individu secara internal. Kemauan diri yang kuat untuk bersikap positif karena dorongan dan keyakinan dari dalam individu dilatih secara rutin melalui kesepakatan kelas. 

Kesepakatan kelas dibentuk berdasarkan musyawarah atau diskusi antara murid dan guru. Cara membuat kesepakatan kelas : 
1. ajak murid menyampaikan beberapa sikap yang sebaiknya dilakukan dalam kelas.
2. Apabila pernyataan murid mengandung kata tidak boleh atau dilarang, guru mengubahnya menjadi kalimat positif 
3. Beberapa pernyataan disarikan ke sebuah pesan yang akan ditulis dalam kesepakatan kelas
4. Buat kesepakatan kelas yang memuat 3 - 5 pesan, agar murid mudah mengingatnya
5. Tulis kesepakatan kelas dalam bentuk poster yang menarik, kemudian pajang di kelas

Melalui diskusi di kelas, saya bersama murid telah berhasil mengidentifikasi beberapa sikap yang diijinkan untuk dilakukan murid saat di kelas. Murid saya menyampaikan 12 sikap yang sebaiknya dilakukan oleh murid di kelas, yaitu :
1. Murid tidak boleh ramai
2. Piketlah sesuai dengan jadwal
3. Murid tidak boleh main game / HP saat guru menerangkan
4. Menata baju olahraga setelah jam pelajaran olahraga
5. Dilarang main HP
6. Tidak membuang plastik bungkus jajan di loker meja
7. Setiap jam pelajaran olahraga usai, murid diberi kesempatan istirahat
8. Membersihkan lantai musholla 
9. Tidak ramai di bengkel / laboratorium
10. Dilarang merokok
11. Dilarang terlambat
12. Tidak boleh bersikap kurang sopan kepada guru

Setelah tersampaikan oleh murid tentang 12 sikap, saya menyusun pesan positif. Pesan positif biasanya berupa kalimat yang tidak mengandung kata dilarang, jangan, atau tidak boleh. Dengan demikian keduabelas sikap akan menjadi :
1. Murid menghormati orang lain
2. Piketlah sesuai dengan jadwal
3. Murid memperhatikan guru
4. Menata baju olahraga setelah jam pelajaran olahraga
5. Berhenti main HP
6. Membuang plastik bungkus jajan ke tempat sampah
7. Setiap jam pelajaran olahraga usai, murid diberi kesempatan istirahat
8. Membersihkan lantai musholla
9. Tertib saat pelajaran bengkel / laboratorium
10. Hindari merokok
11. Hindari terlambat
12. Bersikap sopan kepada guru

Beberapa pesan disarikan menjadi satu tulisan pesan :
poin 1, 3, 4,12, disarikan : murid menghormati orang lain
poin 2, 6, 8 disarikan : murid menjaga kebersihan
poin 10 disarikan : murid menjaga keamanan
poin 5, 7, 9, 11 disarikan : murid menghargai waktu

Empat kesimpulan merupakan kesepakatan kelas.
Kesepakatan kelas : 
1. Kami menghormati orang lain
2. Kami menjaga kebersihan
3. Kami menjaga keamanan
4. Kami menghargai waktu





     

No comments:

Post a Comment